• facebook
  • twitter
  • linkin
  • flickr
  • myspace

Umar bin Khattab

on | | 7 komentar

Pemimpin Yang Penuh Tanggung Jawab

 Umar bin Khattab, sosok pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, pemberani dan yang tak kalah hebatnya adala dia sangat disegani.
"Ya Allah...buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua
orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab."
Ilst. Umar Bin Khattab.
Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin  Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal. Beliau adalah pemimpin yang adil, bijaksana, tegas, disegani, pemberani dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin.






Ilst. Umar Bin Khatab.
Selain pemberani, Umar bin Khattab juga seorang yang cerdas. Dalam masalah ilmu diriwayatkan oleh Al Hakim dan Thabrani dari Ibnu Mas’ud berkata, ”Seandainya ilmu Umar bin Khattab diletakkan pada tepi timbangan yang satu dan ilmu seluruh penghuni bumi diletakkan pada tepi timbangan yang lain, niscaya ilmu Umar bin Khattab lebih berat dibandingkan ilmu mereka. Mayoritas sahabatpun berpendapat bahwa Umar bin Khattab menguasai 9 dari 10 ilmu. Dengan kecerdasannya beliau menelurkan konsep-konsep baru, seperti menghimpun Al Qur’an dalam bentuk mushaf, menetapkan tahun hijriyah sebagai kalender umat Islam, membentuk kas negara (Baitul Maal), menyatukan orang-orang yang melakukan sholat sunah tarawih dengan satu imam, menciptakan lembaga peradilan, membentuk lembaga perkantoran, membangun balai pengobatan,   membangun tempat penginapan, memanfaatkan kapal laut untuk perdagangan, menetapkan hukuman cambuk bagi peminum "khamr" (minuman keras) sebanyak 80 kali cambuk, mencetak mata uang dirham, audit bagi para pejabat serta  pegawai dan juga konsep yang lainnya.

Pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid'ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah setelah  Abu Bakar As Siddiq.

Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan
tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Inilah beberapa kisahnya.
 

Pada suatu malam hartawan Abdurrahman bin Auf dipanggil oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk diajak pergi ke pinggir kota Madinah.“Malam ini akan ada serombongan kafilah yang hendak bermalam di pinggir kota, dalam perjalanan pulang”, kata Khalifah Umar kepada Abdurrahman bin Auf. “Lalu apa masalahnya?” tanya Abdurrahman.

“Kafilah ini akan membawa barang dagangan yang banyak, maka kita  sebaiknya ikut menjaga keselamatan barang dari gangguan tangan-tangan usil. Jadi nanti malam kita bersama-sama harus mengawal mereka”, sahut
sang Khalifah. Abdurahman dengan senang hati membantu dan siap mengorbankan jiwa raganya menemani tugas khalifah yang ia cintai ini.

Demikianlah sang khalifah menjalankan tugasnya, turun tangan langsung untuk memastikan rakyatnya tidur dan hidup dengan tenang. Bahkan malam itu khalifah Umar mendesak Abdurahman untuk tidur sambil siaga sementara ia sendiri tetap terjaga hingga pagi hari. Khalifah Umar bin Khattab memang dikenal sebagai seorang pemimpin yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik secara diam-diam. Orang yang ditolongnya sering tidak tahu, bahwa penolongnya adalah khalifah yang sangat mereka cintai.

Pernah suatu malam Auza’iy pernah ‘memergoki’ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza’iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut! Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tak lain adalah adalah khalifah yang sangat ia kagumi selama ini.


Pada suatu malam lainnya ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba ia mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah kemah yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan . Di sampingnya, duduk suaminya yang kebingungan. Maka pulanglah sang Khalifah ke rumahnya untuk membawa isterinya, Ummu Kalsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka cintai.

Pada kisah lainnya, ketika sang Khalifah sedang ’meronda’, ia mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah kumuh. Dari pinggiran jendela ia mendengar, sang ibu sedang berusaha menenangkan anaknya. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu. Sang ibupun berusaha menenangkan sang anak dengan berpura-pura merebus sesuatu yang tak lain adalah batu, agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil merebus batu dan tanpa mengetahui kehadiran Khalifah Umar diluar jendela, sang ibupun bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah negeri ini dibanding hidupnya yang serba susah. Khalifah Umar yang mendengar hal ini tak dapat menahan tangisnya, iapun pergi saat itu juga meninggalkan rumah itu. 

Malam itu juga ia menuju ke gudang makanan yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan itu. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu dan tidak mengizinkan seorang pegawainya yang menemaninya untuk membantunya. Ia sendiri pula yang memasak makanan itu, kemudian menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur sang anak hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang. Dan keluarga itu tak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khatab !

»» Selengkapnya

kekesalan

on | | 0 komentar

Setiap detik kuh menanti. 
hingga saad.na bertemu dirimu lagi. 
menit demi menit hilang kuh lalui tiada tenang. 
hati ini gelisah. 
hati ini resah. menanti esok hari. 
menanti datang.na pagi. 
berjumpa denganmu slalu kuh tunggu. 
bila bukan suka. 
mengapa mata kuh slalu mencari kemana 
Bayangmu pergi. 
dan telingakuh mencari suaramu.. 

namun kuh namakan apah perasaankuh ini..?
»» Selengkapnya

Pengirim SMS "Nazaruddin" Terbongkar

on | | 0 komentar

JAKARTA- Hacker asal Bogor mengklaim telah menemukan jejak pengirim SMS Hoax yang mengatasnamakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Dia menyatakan, bahwa SMS yang memfitnah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikirim dari Jawa Timur dan bukan Singapura.

Menurut keterangan kelompok hacker yang menggunakan nama  JAYA MERAH PUTIH-REDFLYER kepadaokezone, SMS tersebut tidak dikirim via ponsel melainkan melalui internet.

“SMS tidak dikirim via handphone melainkan via internet dengan menggunakan prefix number +65xxx dari IP Address wilayah Jawa Timur,” tulis hacker tersebut, Minggu (5/6/2011).

Selain itu Hacker tersebut juga mengungkapkan bahwa, Blog Nazaruddin yang sempat muncul juga dibuat dari alamat IP di wilayah Jakarta. Sedangkan Twitter @mnazar78 dikirim dari Singapura.

Lantas darimana, kelompok hacker tersebut mengetahui jejak pengiriman SMS tersebut. Menurut pengakuan, mereka membongkar data provideo Sing-Tel dengan menggunakan sebuah program peranti lunak.

“Terkait ada SMS, blog dan twitter yang mengaku dari Nazaruddin, maka RedFlyer Hacker Independent Bogor telah membongkar data provider Sing-Tel dengan program BOMBA dapat data bahwa nomor HP +6584393907 diregister oleh passport warga negara USA,” tulis Hacker. 
»» Selengkapnya

Dewi Sartika

on | | 0 komentar

Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia,
pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda.
Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia.
Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan,
di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966.
Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung.
Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku).
Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka.

Biodata Dewi Sartika
Nama     Raden Dewi Sartika
Tanggal Lahir     Cinean, 11 September 1947
Wafat    
Tasikmalaya, 11 September 1947
Penghargaan     Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966

Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan.
Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan.
Di rumahnya,  Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit.
Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung.
Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda.

Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri.
 Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.
Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap.

Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik.
 Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan.
Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya.
Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik,
terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906,
dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya.

Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947,
Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan.
Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat.
Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung.
»» Selengkapnya
[tutup]